Peningkatan Kapasitas Tim Penanggulangan Kemiskinan Kecamatan dan Kelurahan: Peran TPPKel dalam Penurunan Angka Kemiskinan di Kota Surakarta II Senin, 1 Desember 2025
Kegiatan Peningkatan Kapasitas Tim Penanggulangan Kemiskinan Kecamatan dan Kelurahan (TPPKel) kembali diselenggarakan di Bale Tawang Arum, Kompleks Balai Kota Surakarta, dibuka oleh Kabid PPM Bappeda Surakarta, Ibu Gemi Nastiti, S.STP Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran TPKKel dalam proses percepatan penurunan angka kemiskinan di Kota Surakarta.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Surakarta menyampaikan perkembangan positif terkait penurunan angka kemiskinan dari 8,31% (2024) menjadi 7,69% (2025). Namun angka tersebut masih perlu ditingkatkan agar mencapai target RPJMD 2025–2029. Beliau juga menyoroti bahwa usulan Renstramas Tahun 2025 yang benar-benar mendukung penanggulangan kemiskinan baru mencapai 12,46%, sehingga perlu komitmen bersama untuk memprioritaskan program yang relevan.
Wakil Wali Kota turut memaparkan Asta Cita serta strategi penurunan kemiskinan melalui empat pendekatan dan sebelas sasaran utama, yang mencakup peningkatan layanan dasar, penguatan pendapatan masyarakat, pengurangan kantong kemiskinan, serta sinergi data dan kebijakan.
Narasumber akademisi Dr. Rutiana menekankan bahwa TPKKel memiliki nilai strategis sebagai lembaga berbasis masyarakat yang dekat dengan warga, mampu membaca kerentanan sosial secara lebih akurat, dan berperan penting dalam verifikasi sosial, advokasi, hingga musyawarah kelurahan. Beliau juga menyampaikan perlunya reformulasi kelembagaan agar TPKKel tetap relevan dengan perkembangan sistem nasional.
Praktik baik dari Kelurahan Timuran turut dipaparkan, meliputi perbaikan RTLH, penyaluran bantuan sosial, penguatan gotong royong, serta optimalisasi potensi wilayah. Upaya ini menjadi contoh bahwa kolaborasi masyarakat dan pemerintah dapat menghasilkan perubahan nyata.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama bahwa penguatan TPKKel, sinergi antar pemangku kepentingan, serta pendampingan masyarakat secara berkelanjutan merupakan kunci menuju Kota Surakarta yang lebih inklusif, maju, dan sejahtera.