Pemerintah Kota Surakarta telah melaksanakan Rapat Koordinasi Pleno Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025 pada hari Kamis, 27 November 2025 yang dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Surakarta di Ruang Rapat Dinas Kesehatan Kota Surakarta.
Wakil Wali Kota Surakarta menyampaikan arahan strategis mengenai penanganan stunting yang menjadi isu nasional. Beliau menekankan implementasi lima pilar percepatan penurunan stunting, pentingnya intervensi gizi spesifik dan sensitif, serta penguatan posyandu berbasis 6 SPM. Selain itu, turut disampaikan tiga pesan utama sebagai persiapan menghadapi SSGI 2026: penguatan konvergensi, peningkatan kualitas intervensi, serta optimalisasi sistem data dan monitoring.
Materi dilanjutkan dengan pemaparan hasil monitoring dan evaluasi oleh akademisi UNS, dr. Yusril Rahmi Sukmawati, MPH, yang memaparkan capaian lapangan terkait pelayanan KB, kehamilan tidak diinginkan, akses air minum layak, bantuan sosial, pendampingan keluarga berisiko stunting, dan pemahaman masyarakat terhadap stunting. Selain itu, disampaikan pula sebelas rekomendasi tindak lanjut untuk memperkuat edukasi, layanan kesehatan, ketahanan pangan, dan peran keluarga serta kader.
Rapat ditutup dengan penekanan enam kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting: komitmen pimpinan, pengawalan program ketat, quick response hasil audit, kampanye masif, kelembagaan berjenjang hingga kelurahan, serta kolaborasi lintas sektor.