Foto Berita

Pendidikan dan Dunia Kerja di Surakarta: Menjembatani Kesenjangan Kompetensi Generasi Muda

SURAKARTA - Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Di Kota Surakarta, upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan, pengembangan keterampilan, dan kebutuhan industri terus menjadi perhatian bersama. Surakarta dikenal sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Tengah. Hal tersebut tercermin dari capaian indikator pendidikan. Berdasarkan data tahun 2024, rata-rata lama sekolah (RLS) Kota Surakarta mecapai 11,25 tahun, sedangkan harapan lama sekolah (HLS) mencapai 15,07 tahun. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap pendidikan sekaligus menjadi modal penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

Namun, pendidikan saja belum cukup. Generasi muda membutuhkan ruang untuk mengembangkan ketrampilan, memperoleh pengalaman belajar yang relevan, mendapatkan akses pelatihan dan praktik, serta memiliki peluang kerja berkelanjutan.

Menghadapi Tantangan Capability Gap

Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah capability gap, yaitu kesenjangan  antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang berlangsung cepat menuntut lulusan tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi ketrampilan praktis, kemampuan beradaptasi, komunikasi, kreativitas, serta kemampuan memanfaatkan teknologi.

Kondisi tersebut juga tercermin pada dinamika ketenagakerjaan di Surakarta. Berdasarkan BRS (Berita Resmi Statistik) Maret 2026, perekonomian Surakarta tumbuh sebesar 5,36 persen melampaui capaian tahun sebelumnya. Namun pertubuhan ekonomi tersebut masih menghadapi tantangan dalam penyerapan tenaga kerja muda.

Salah satu indikator yang perlu menjadi perhatian adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan SMK yang meningkat dari 3,61 persen menjadi 5,53 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa masih terdapat pekerjaan rumah dalam memastikan kompetensi lulusan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan demikian tantangan ke depan bukan hanya menciptakan lebih banyak lapangan perkerjaan, tetapi juga memastikan generasi muda memiliki kompetensi yang sesuai, pengalaman yang relevan, dan kesiapan memasuki dunia kerja.

Kolaborasi Pendidikan, Industri, dan Pemerintah

Menjawab tantangan tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, satuan pendidikan, dunia usaha dan dunia industri, perguruan tinggi, komunitas serta generasi muda  perlu berjalan bersama dalam membangun ekosistem pendidikan dan ketenagakerjaan yang adaptif. Salah satu ruang pengembangan yang dapat mendukung kebutuhan tersebut adalah Solo Technopark. Melalui berbagai program dan kolaborasi, Solo Technopark menjadi ruang untuk mengembangkan ketrampilan berbasis industri, mengenalkan teknologi dan inovasi digital, mengembangkan startup dan bisnis berbasis teknologi, sekaligus membangun koneksi antara pendidikan, industri, dan pemerintah.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, mengembangkan potensi, sekaligus memperoleh pengalaman yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Pemerintah Hadir Melalui Rumah Siap Kerja Bersama

Selain pengembangan ketrampilan, Pemerintah Kota Surakarta juga menghadirkan Rumah Siap Kerja Bersama (RSKB) sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan kerja generasi muda. RSKB dirancang sebagai konsep one stop service yang mendukung masyarakat muali dari tahap persiapan mencari pekerjaan hingga penempatan kerja. Berbagai layanan yang diberikan antara lain kelas siap kerja, coaching process dan konseling karier, pelatihan kerja, serta pendampingan kerja baik di dalam maupun luar negeri.

Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan pencari kerja dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Generasi muda tidak hanya diarahkan untuk mencari pekerjaan, tetapi disiapkan agar lebih percaya diri, kompeten, dan mampu beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja.