National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) merupakan program kolaborasi Pemerintah Pusat dengan Bank Dunia untuk mewujudkan Kota Surakarta yang berketahanan terhadap bencana banjir. Pemerintah pusat dan daerah meningkatkan investasi guna perlindungan dan upaya awal untuk mengurangi kerentanan serta memperkuat kesiapsiagaan bencana banjir. Pembiayaan proyek didanai melalui pinjaman Bank Dunia dalam Proyek Ketahanan Banjir Perkotaan Nasional. Tujuan pengembangan proyek NUFReP adalah untuk mengurangi resiko banjir di kota-kota tertentu di Indonesia melalui peningkatan kapasitas tingkat nasional dan kota serta investasi untuk manajemen risiko banjir perkotaan yang terintegrasi.
Project NUFReP dijalankan secara tepadu oleh instansi pusat (Bappenas, KemenPUPR, Kemendagri) bersama Pemerintah Daerah guna menyelaraskan regulasi dan implementasi lapangan. Pada posisi ini Kota Surakarta terpilih menjadi salah satu kota dampingan prioritas nasional. Hal ini mempermudah Solo meraih pendanaan serta asistensi teknis lapangan untuk mempercepat ketahanan infrastruktur air tehadap bencana banjir perkotaan. Project NUFReP menerapkan pendekatan ramah lingkungan melalui program Nature based Solutions (NbS) yang mengedepankan integrasi pengelolaan air permukaan dengan memelihara ekosistem alam.
Terdapat 5 titik lokasi rencana pekerjaan dan penanganan yaitu Kali Jenes di Kecamatan Pasarkliwon, Kali Premulung di Kecamatan Laweyan, Kali Mati di Kecamatan Grogol (Sukoharjo), Anak Kali Premulung di Kecamatan Kartosura (Sukoharjo), Kali Premulung (Kenteng) di Kecamatan Pasar Kliwon.