Posted Tue, 2013-12-10 16:35 by admin in

Workshop Dewan Riset Daerah (DRD)

Dewan Riset Daerah Kota Surakarta yang dibentuk sejak tahun 2009 dalam kiprahnya terus meningkat upaya dalam mendukung pembangunan kota melalui pengembangan berbagai kebijakan khusunya terkait dengan penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dewan Riset Daerah telah mengadakan "Workshop Pengembangan Industry Kreatif Berbasis Herbal" pada hari Rabu tanggal 4 Desember 2013 di Hotel Dana dengan maksud dan tujuan: (1) pemanfaatan potensi sumber daya alam khususnya tanaman herbal untuk kesehatan dan menumbuhkembangkan industry makanan/minuman herbal dan (2) mengemas tradisi jamu/herbal dalam kontek industry kreatif dan kepariwisataan.

Pengembangan Industry kreatif berbasis herbal adalah merupakan program dalam rangka mendorong tumbuhnya industry kreatif berbasis herbal di kota surakarta. pemanfaatan produk produk Herbal ini merupakan warisan budaya masyarakat kota surakarta khususnya berkaitan dengan upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan memanfaatkan sumber sumber alam khususnya dari tumbuh tumbuhan yang sangat melimpah dan tumbuh subur di alam indonesia . Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang begitu pesat dan berbagai riset ilmiah telah dilakukan untuk memperkuat dukungan ilmiah pemanfaatan sumber daya alam khususnya tumbuh tumbuhan untuk kesehatan.

Pemajuan di bidang pemanfaatan produk herbal di Indonesia merupakan keharusan mengingat potensi yang begitu besar yang selama ini belum tertangani dengan secara sistematik dan terencana. Beberapa Negara asia lainnya memang sudah terlebih dahulu menangani potensi sumber daya ala mini, dan Indonesia harus mengejar ketertinggalan. Potensi yang melimpah dan keunggulan baik kualitatif maupun kuantitatif menjadi modal yang sangat menentukan dalam memasuki industry herbal untuk bersaing dengan Negara Negara lain.

Narasumber dalam Workshop memberikan point khusus, sebagai berikut:

Dr. Sayekti Wahyuningsih, S.Si., M.Si mengatakan dalam pemaparannya:

  1. Aspek ilmu sains, farmakologi dan farmakoterapi obat herbal. Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman daripada penggunaan obat modern. Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit dari pada obat modern.
  2. Hal-hal penting yang diperhatikan dalam penggunaan obat herbal antara lain : kadnungan bahan aktif, dosis penggunaan, waktu penggunaan, dan ketepatan waktu penggunaan/formulasi
  3. Standarisasi dan quality control obat herbal perlu diperhatikan di antaranya botanical, organoleptic evaluation, biological, dan chemical.

Indah Yuning Prapti, S.KM, M.Kes dari Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Tawangmangu Badan Litbangkes – Kemenkes RI mengatakan pelestarian tanaman obat dapat menggugah kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian tanman obat bagi keberlangsungan kehidupan manusia. KObarkan green campaign. Tantangan buat kita untuk mengembangkan kampong jamu kreatif yang terjamin keamanan dan khasiatnya. Kita harus menguasai Iptek untuk membuat sediaan jamu yang aman, berkhasiat dan menarik Jamu itu nek buka pahit.

Drs. Nyoto Wardoyo, Apt dari PT Deltomed Laboratories, dalam pemaparannya:

  1. Industrialisasi Herbal Indonesia. Dalam pembutan obat tradisional yang baik ada beberapa syarat yang harus dipenuhi diantaranya system manajemen mutu, personalia, bangunan, peralatan, sanitasi & hygiene, penyiapan bahan baku, pengolahan & pengemasan, dan pengawasan mutu.
  2. Lokasi tumbuh tanaman obat dipengaruhi oleh iklim, kondisi tanah, suhu, curah hujan dan sinar matahari. Perlakuan masa tanam tanaman herbal dipengaruhi oleh penggunaan pupuk, penggunaan pestisida, dan tanaman pengganggu.
  3. Maping tanaman obat asli Indonesia sangat diperlukan, teknologi budidaya, dan teknologi pasca panen yang dibutuhkan untuk pengembangan obat herbal.

 

Bahan paparan dapat diunduh di sini.

 

Kontak Kami

Alamat : Jl. Jend. Sudirman No. 2 Surakarta
Telp. : (0271) 642020 psw. 405; (0271) 655277
Fax : (0271) 655277
E-Mail :
bapeda_solo@yahoo.co.id
bappeda.surakarta@gmail.com